Tampilkan postingan dengan label Panji Rasulullah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Panji Rasulullah. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 April 2017

GAYA REMAJA MODERN vs GAYA REMAJA ISLAM



Tau tidak guys, gaya remaja modern? Tau lah ya...

Pakai kostum keren ala selebriti idola, kumpul bareng gank, pacaran. Habis itu nangis-nangis saat putus. Hahaha.

Kalau gaya remaja muslim gimana? Tahu tidak?

Usamah bin Zaid, usia 18 tahun, sudah memimpin pasukan yang anggotanya adalah para pembesar seperti sahabat Abu Bakar, Umar, dll.

Zaid bin Tsabit, di usia 13 tahun menjadi penulis wahyu. Sedangkan di usia 17 tahun menjadi penerjemah Rasulullah saw. untuk bahasa Suryani.

Atab bin Usaid menjadi Gubernur Makkah pada usia 18 tahun.

Al Fatih, usia 22 tahun, menjadi pemimpin pasukan penakluk Konstantinopel, Byzantium.

Serta masih banyak lagi remaja pemuda muslim yang bermanfaat bagi kemaslahatan ummat.

Semua bisa terlaksana karena ketaatan pemuda muslim pada hukum-hukum Allah ta'ala.

Tidak membuang waktu dengan tindakan-tindakan tak berharga seperti remaja/pemuda modern.

Semua terjadi karena seluruh kehidupan diatur oleh hukum Allah, bukan dibiarkan mengikuti nafsu duniawi seperti peradaban modern.

Wahai para remaja & pemuda muslim, saatnya kalian bangkit, saatnya kalian MOVE UP, memperjuangkan peradaban Islam di bawah Panji Rasulullah, Panji Islam.

Libatkan diri kalian pada acara:

MASIRAH PANJI RASULULLAH

yang akan dilaksanakan esok
Hari Ahad, 9 April 2017

Daftar lewat link di bawah ini ya guys:

http://angkringandakwah.com/mapara/daftar

#MasirahPanjiRasulullah
#PanjiRasulullah
#IndonesiaMoveUp

TITIK 0 KILOMETER YOGYAKARTA


TITIK 0 KILOMETER
YOGYAKARTA
Titik Nol Kilometer Jogja terletak di ujung Jalan Malioboro, atau tepat di tengah-tengah Perempatan Kantor Pos Besar (terkenal dengan sebutan Prapatan Kantor Pos Gede). Jika berjalan dari arah Malioboro, berikutnya kita akan sampai di depan Gerbang Keraton, bagian dari Alun-alun Lor.
Dapat dikatakan Titik Nol Kilometer Jogja merupakan ruang publik yang sarat unsur sejarah. Hampir semua bangunan di kawasan ini mempunyai karakter arsitektur kolonial Belanda yang khas, indah, dan megah. Begitu menginjakkan kaki di sini suasana terasa berbeda. Kita seolah berada di lorong waktu, menelusuri fakta sejarah di masa-masa penjajahan.
Beralih ke bagian Utara Perempatan Kantor Pos Besar, tegak berdiri Benteng Vredeburg. Ya, bangunan-bangunan tersebut hingga saat ini masih dengan bentuk aslinya yaitu bergaya arsitektur kuno, terlihat klasik namun indah. Tepat di sudut Utara kita dapat menemukan Monumen Serangan Umum 1 Maret. Sebuah monumen yang menggambarkan kisah perlawanan rakyat Yogyakarta melawan penjajahan Belanda.
Bentangan Ar Royah raksasa di Titik Nol Kilometer Yogyakarta dimaksudkan untuk mengingatkan kaum Muslim di Yogyakarta tentang sejarah kejayaan mereka; sejarah ketika hidup di bawah naungan #PanjiRasulullah. Masa-masa ketika terwujud #IslamRahmatanLilAlamin.
Gegap gempita perjuangan & lantunan doa menyambut sukses #MasirahPanjiRasulullah.
Untuk kaum Muslim di Yogyakarta dan sekitarnya, ikuti Masiroh Panji Rasulullah pd Ahad, 9 April 2017 pkl. 08.00 di Masjid Agung Manunggal Bantul. Daftarkan diri anda pada link berikut: http://angkringandakwah.com/mapara/daftar

Kibaran #PanjiRasulullah di masjid Syuhada Yogyakarta

MASJID SYUHADA
Sejarah Masjid Syuhada tidak dapat dilepaskan dari sejarah perjuangan para pejuang Indonesia melawan tentara pendudukan Jepang.
Peristiwa itu telah memakan korban 21 orang pejuang yang sekarang namanya diabadikan menjadi nama jalan di kawasan Kotabaru.
Pembangunan masjid ini pada awalnya bertujuan sebagai monumen sejarah para syuhada yang gugur pada waktu itu. Namun seiring dengan kebutuhan akan tempat peribadatan, maka masjid ini digunakan sebagai tempat ibadah masyarakat muslim di Kotabaru.
Kibaran #PanjiRasulullah di masjid ini semoga menjadi pertanda kebangkitan kaum Muslim Yogyakarta untuk kembali memperjuangkan kemerdekaannya dari neo-imperialisme asing, baik dr Barat maupun Timur. #IndonesiaMoveUp.
Merdeka di bawah naungan #PanjiRasulullah. Gegap gempita perjuangan & lantunan doa menyambut sukses #MasirahPanjiRasulullah .
Untuk kaum Muslim di Yogyakarta dan sekitarnya, ikuti Masiroh Panji Rasulullah pd Ahad, 9 April 2017 pkl. 08.00 di Masjid Agung Manunggal Bantul. Daftarkan diri anda pada link berikut: http://angkringandakwah.com/mapara/daftar

KIBARAN PANJ RASULULLAH SAW DI YOGYAKARTA















KALAU BUKAN KHILAFAH, LALU DENGAN APA LAGI?

Oleh: Ahmad Sudrajat (Khadim Majlis Sirah Shahabat) Yasir bin Amir berangkat meninggalkan negerinya di Yaman guna mencari dan menemui s...