Tampilkan postingan dengan label khilafah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label khilafah. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Oktober 2017

Apa Itu Khilafah dan Khalifah?


Apa Itu Khilafah dan Khalifah? Khilafah yang merupakan sebuah sistem pemerintahan dari Islam. Sejatinya, khilafah saat ini belum tegak dan akan tegak kembali, karena Allah SWT sudah memiliki janji bahwa khilafah akan tegak.
Pengertian Khilafah, sebagai sebuah istilah politik maupun sistem pemerintahan, sesungguhnya bukanlah sesuatu yang baru.
Hanya saja, keterputusan kaum Muslim dengan akar sejarah masa lalu merekalah yang menjadikan Khilafah ‘asing’, bukan hanya dalam konteks sistem pemerintahan mereka, tetapi bahkan dalam kosakata politik mereka.
Kalaupun sebagian kalangan Muslim mengakui eksistensi Khilafah dalam sejarah, gambaran mereka tentang Khilafah bias dan beragam. Ada yang menyamakan Khilafah dengan kerajaan. Ada yang menganggap Khilafah sebagai sistem pemerintahan otoriter dan antidemokrasi.
Ada yang memandang Khilafah sama dengan sistem pemerintahan teokrasi. Ada juga yang menilai Khilafah sebagai sistem pemerintahan gabungan antara demokrasi dan teokrasi.
Ketika dijelaskan bahwa sistem pemerintahan Khilafah bukan monarki (kerajaan), bukan republik, bukan kekaisaran (imperium) dan bukan pula federasi, sebagian kalangan Muslim sendiri malah ada yang menyindir, bahwa kalau begitu, Khilafah adalah sistem pemerintahan yang ‘bukan-bukan’.
Sikap demikian wajar belaka mengingat:
(1) Umat sudah lama hidup dalam sistem pemerintahan sekular;
(2) Pendidikan politik di bangku-bangku akademis/lembaga pendidikan selalu hanya mengenalkan model-model pemerintahan tersebut—monarki, republik, imperium atau federasi—tanpa pernah memasukkan sistem Khilafah sebagai salah satu model pemerintahan di luar model mainstream tersebut;
(3) Jauhnya generasi umat Islam saat ini dari akar sejarah masa lalu mereka, termasuk sejarah Kekhilafahan Islam yang amat panjang, lebih dari 13 abad.
Tulisan berikut, meski serba ringkas, ingin mengenalkan apa itu Khilafah. Tidak lain agar kita sedikit-banyak mengenal hakikat Khilafah sebagai sebuah sistem pemerintahan Islam yang khas, yang berbeda dengan semua sistem pemerintahan di dunia saat ini.
Definisi Pengertian Khilafah Islamiyah
Khilafah secara bahasa.
Khilafah menurut makna bahasa merupakan mashdar dari fi’il madhi khalafa, yang berarti: menggantikan atau menempati tempatnya (Munawwir, 1984:390).
Khilafah menurut Ibrahim Anis (1972) adalah orang yang datang setelah orang lain lalu menggantikan posisinya (Al-Mu‘jam al-Wasîth, I/251. Lihat juga: Ibn Manzhur, Lisân al-‘Arab, I/882-883)
Jadi, menurut bahasa, khalîfah adalah orang yang mengantikan orang sebelumnya. Jamaknya, khalâ’if atau khulafâ’. Inilah makna firman Allah Swt.:
وَقَالَ مُوسَى لِأَخِيهِ هَارُونَ اخْلُفْنِي فِي قَوْمِي
Berkata Musa kepada saudaranya, Harun, “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku.” (QS al-A’raf [7]: 142).
Menurut Imam ath-Thabari, makna bahasa inilah yang menjadi alasan mengapa as-sulthan al-a’zham (penguasa besar umat Islam) disebut sebagai khalifah, karena dia menggantikan penguasa sebelumnya, lalu menggantikan posisinya (Ath-Thabari, Tafsir ath-Thabari, I/199).
Khilafah menurut syariah.
Kata khilâfah banyak dinyatakan dalam hadis, misalnya:
إنَّ أَوَّلَ دِيْنِكُمْ بَدَأَ نُبُوَّةً وَرَحْمَةً ثُمَّ يَكُوْنُ خِلاَفَةً وَرَحْمَةً ثُمَّ يَكُوْنُ مُلْكاً جَبَرِيَةً
Sesungguhnya (urusan) agama kalian berawal dengan kenabian dan rahmat, lalu akan ada khilafah dan rahmat, kemudian akan ada kekuasaan yang tiranik. (HR al-Bazzar).
Kata khilâfah dalam hadis ini memiliki pengertian: sistem pemerintahan, pewaris pemerintahan kenabian. Ini dikuatkan oleh sabda Rasul saw.:
كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُم الأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدِي وَسَيَكُونُ خُلَفَاءُ فَيَكْثُرُونَ
Dulu Bani Israel dipimpin/diurus oleh para nabi. Setiap kali seorang nabi wafat, nabi lain menggantikannya. Namun, tidak ada nabi setelahku, dan yang akan ada adalah para khalifah, yang berjumlah banyak. (HR al-Bukhari dan Muslim).
Dalam pengertian syariah, Khilafah digunakan untuk menyebut orang yang menggantikan Nabi saw. dalam kepemimpinan Negara Islam (ad-dawlah al-islamiyah) (Al-Baghdadi, 1995:20).
Inilah pengertiannya pada masa awal Islam. Kemudian, dalam perkembangan selanjutnya, istilah Khilafah digunakan untuk menyebut Negara Islam itu sendiri (Al-Khalidi, 1980:226. Lihat juga: Dr. Wahbah az-Zuhaili, Al-Fiqh al-Islâmi wa Adillatuhu, IX/823).
Banyak sekali definisi tentang Khilafah—atau disebut juga dengan Imamah—yang telah dirumuskan oleh oleh para ulama. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
Khilafah adalah kekuasaan umum atas seluruh umat, pelaksanaan urusan-urusan umat, serta pemikulan tugas-tugasnya (Al-Qalqasyandi,Ma’âtsir al-Inâfah fî Ma‘âlim al-Khilâfah, I/8).
Imamah (Khilafah) ditetapkan bagi pengganti kenabian dalam penjagaan agama dan pengaturan urusan dunia (Al-Mawardi, Al-Ahkâm as-Sulthâniyah, hlm. 3).
Khilafah adalah pengembanan seluruh urusan umat sesuai dengan kehendak pandangan syariah dalam kemaslahatan-kemaslahatan mereka, baik ukhrawiyah maupun duniawiyah, yang kembali pada kemaslahatan ukhrawiyah (Ibn Khladun Al-Muqaddimah, hlm. 166 & 190).
Imamah (Khilafah) adalah kepemimpinan yang bersifat menyeluruh sebagai kepemimpinan yang berkaitan dengan urusan khusus dan urusan umum dalam kepentingan-kepentingan agama dan dunia (Al-Juwaini,Ghiyâts al-Umam, hlm. 15).
Dengan demikian, Khilafah (Imamah) dapat didefinisikan sebagai:kepemimpinan umum atas seluruh kaum Muslim di dunia untuk menerapkan hukum-hukum syariah dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia.
Definisi inilah yang lebih tepat. Definisi inilah yang diadopsi oleh Hizbut Tahrir (Lihat: Nizhâm al-Hukm fî al-Islâm, Qadhi an-Nabhani dan diperluas oleh Syaikh Abdul Qadim Zallum, Hizbut Tahrir, cet. VI [Mu’tamadah]. 2002 M/1422 H).
Dalam buku yang dikeluarkan Hizbut Tahrir berjudul, Azhijah ad-Dawlah al-Khilâfah (Libanon: Beirut, 2005), perbedaan sistem pemerintahan Khilafah dengan non-Khilafah disebutkan sebagai berikut.
Khilafah bukan monarki (kerajaan).
Khilafah bukan kekaisaran (imperium).
Khilafah bukan federasi.
Khilafah bukan republik.
Khilafah: Sisitem Pemerintahan Khas
Sesungguhnya struktur negara Khilafah berbeda dengan struktur semua sistem yang dikenal di dunia saat ini, meski ada kemiripan dalam sebagian penampakannya.
Struktur negara Khilafah diambil (ditetapkan) dari struktur negara yang ditegakkan oleh Rasulullah saw. di Madinah setelah beliau hijrah ke Madinah dan mendirikan Negara Islam di sana.
Struktur negara Khilafah adalah struktur yang telah dijalani oleh Khulafaur Rasyidin setelah Rasulullah saw. wafat.
Dengan penelitian dan pendalaman terhadap nash-nash yang berkaitan dengan struktur negara itu, jelaslah bahwa struktur negara Khilafah adalah:
1. Khalifah;
2. Para Mu’âwin at-Tafwîdh (Wuzarâ’ at-Tafwîdh);
3. Wuzarâ’ at-Tanfîdz;
4. Para Wali;
5. Amîr al-Jihâd;
6. Keamanan Dalam Negeri;
7.Urusan Luar Negeri;
8. Industri;
9. Peradilan;
10. Mashâlih an-Nâs(Departemen-departemen);
11. Baitul Mal;
12. Lembaga Informasi;
13. Majelis Umat (Syûrâ dan Muhâsabah).
Janji Allah Tentang Khilafah, Janji Tegaknya Khilafah
تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ
“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” Beliau kemudian diam. (HR Ahmad dan al-Bazar). [Arief B. Iskandar,





Sabtu, 22 April 2017

Khilafah Tidak Cocok di Indonesia ?

Ada seorang tokoh dan ulama pula yang menyatakan Khilafah Tidak Cocok di Indonesia.

Terus yang cocok system apa ? Demokrasi ? yang jelas sistem kufur bukan berasal dari Islam dan jelas bertentangan dengan Aqidah karena menyamakan suara rakyat dengan suara Tuhan. Mengantikan hukum Allah dengan hukum selain hukum Allah. 

Menurut KH.Ma..., Indonesia telah menyepakati sistem kenegaraan sendiri sejak awal kemerdekaan. Sehingga tak perlu lagi bicara sistem lain.
"Tak perlu bicara khilafah, sudah tak ada lagi," kata Maruf.

K.H Mar...menyarankan kepada umat Muslim di Indonesia agar menghormati sistem yang telah disusun pendiri bangsa. Sehingga tak perlu menimbulkan gejolak baru.


Pertanyaannya ? 
Apakah sistem ekonomi kapitalis liberal cocok di Indonesia / dibumi Allah ini 
Apakah sistem demokrasi liberal yang berasas skulerisme (memisahkan agama dan negara) cocok di Indonesia / Bumi Allah ini. 

Apakah mendasarkan pada kesepakatan pendiri2.... itu benar atau salah ? jika benar dasarnya apa ?  

Apakah sistem ISLAM dulu cocok untuk mekah yang pada saat itu sistem yang digunakan jahiliyah 

Islam tidak cocok di mekah karena tidak sesuai dengan sistem yang diajarkan nenek moyang. 


 "Kita bangsa Indonesia, apapun mahzabnya bangsa kita, tokoh kita, para pendahulu sudah sepakati sistem ini. Jangan membuat sistem baru yang timbulkan gejolak baru, sudah selesai, kesepakatannya sudah selesai. Ini kan gaduh karena ada kelompok baru yang inginkan sistem lain," tutur KH.Mar....


Lihat gara-gara democarzy sistem kufur 
Indonesia bisa dijajah aseng dan asing
dijajah sumber daya alamnya 
ideologinya , budaya, sistem pendidikan, sistem ekonomi, politik, dll

Berapa banyak kasus  kasus pembunuhan DI INDONESIA yang tidak dihukum dnegan syariat Islam 

Berapa banyak kasus PERZINAAN 
Riba merajalela 
Pasar Delevatif pasar saham mencengkram Indoensia 
Penerapan sekulerisme , penyesatan pemikiran lewat paham-paham liberal 
dan masih banyak lagi  

  • Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka (Al Qur'an) tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.” (QS Al-Mu’minun ayat 71)
  • “Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab, “(Tidak!) kami mengikuti apa yang kami dapati pada NENEK-MOYANG kami (melakukannya),” padahal nenek-moyang mereka itu tidak mengetahui apa pun dan TIDAK mendapat petunjuk.” (Q.S: al-Baqarah: 170).
  • NB : perlu ditabayuni apakah ini benar2 pernyataan beliau, atau memang media mainstrem mengiring opini ini,  namun peryataannya tidak sesuai dengan tulisan detik ini 
  • waspada adu domba MUI dan Ormas 

https://news.detik.com/berita/d-3481609/ketum-mui-khilafah-tidak-cocok-di-indonesia







Add caption
















Minggu, 16 April 2017

Kisah di Balik Masirah Panji Rasulullah Jawa Barat | Ikhtiar Penuh dan Bertawakkal Penuh Romantika.


Setelah sukses selenggarakan Tabligh Akbar, berikutnya kami selenggarakan acara Masirah Panji Rasulullah.
Jumat maghrib saya kembali merapat kepada rekan dan para guru tercinta. Yang pasti, entah suasana itu seperti tanda-tanda kasih sayang kami satu sama lainnya. Doa-doa pun mengalir penuh ketulusan di Isya nan membahana itu.

Semua berkumpul, semua perangkat pejuang datang ke sana. Tak menentu. Bahkan, sahabat-sahabat kami yang nakal itu, berjaga-jaga di berbagai sudut kota Bandung, untuk memastikan muslim yang lain gagal mengadakan pengajian atau sejenisnya.
Mobil patroli keamanan berjaga-jaga di kawasan tempat kami menjalankan rencana semula pengajian terbesar di bulan Rajab untuk jawa barat itu. Yang akhirnya polisi dengan arogannya menekan berbagai pihak untuk membatalkannya. Sementara sahabat-sahabat kami yang nakal itu telah berseloroh berhasil mencegah 3 bis dari Pangandaran untuk menuju acara kami, yang sesungguhnya itu adalah dusta.
Ada saja cara Allah SWT menolong kami. Prilaku terhadap kami sudah benar-benar Dzhalim.
Pihak hotel tempat kami akan menyelenggarakan pertemuan setelah masirah pun ditekan, dan membatalkan kerjasama yang terlanjur ditanda tangani. Ah sudahlah, pihak hotel tak salah. 
Ini sudah skenario dari Allah SWT. Sepertinya Allah SWT tengah menolong kita dengan cara-Nya. Kejutan apa yang akan diberikan oleh-Nya hingga pagi nanti.

Para peserta Masirah Panji Rasulullah, sudah berdatangan di Masjid yang menjadi Ikon Bandung. Karena memang belum ada tempat yang pasti untuk penyelenggaraan masirah itu. Shalat tahajjud dan subuh dahulu. 

Teman-teman dari Jatinangor dari jam 3 dinihari menembus dinginnya malam menuju tempat itu. Sampai-sampai imam hariannya bertutur, "Selama saya memimpin Shalat, Ini adalah jamaah terbesar yang pernah memenuhi subuh di sini. Kemarin-kemarin saat pak Jokowi shalat, tapi tak sebanyak ini," ujar imamnya bertanya kepada salah seorang guru kami, Asoed Abu Kayyis.
Entah tidak ada yang pasti tahu, jadikah masirah ini? Sudahlah kita perbanyak tawakkal, sebagian teman-teman juga membuat secangkir kopi hangat untuk obat melawan rasa kantuk.

Shalat Subuh itu, sebagian panitia masih berkumpul di tempat semula. Majulah sang imam diantara kami, ustadz Luthfi Afandi, memimpin subuh itu.
Entahlah, ini subuh syahdu. Sama syahdunya di Masjid kemarin. Benar-benar syahdu. Hingga dari rakaat pertama keluarlah tangisan-tangisan hamba-hamba-Nya yang tengah dalam posisi didzhalimi oleh hamba-hamba-Nya yang lain.
Dan saat sujud terakhir itu, seperti sujud perpisahan. Seakan-akan, Yaa Rabb, andaikata ini sujud terkahir kami, Akhirilah hari ini dengan penuh-penuh kemenangan!!!


Air mata jatuh bersatu dengan pijakan bumi yang kami shalati. Terdengar sesunggukan suara tangis yang tertahan, seakan-akan tak rela melepas pergi pertemuan dengan Rabb ini. Kami sedang berkeluh, tapi tak merasa pantas mengeluh terlalu banyak kepada Rabb, sebab ia telah memberikan nikmat-Nya terlampau banyak. Kami ingin curhat, tapi kami merasa sudah terlalu banyak Curhat-curhat kami yang sudah disampaikan kepada Allah SWT.
Mungkin juga mereka para peserta dan panitia yang Shalat di Masjid itu, tak tahu kepastiannya seperti apa. Tapi yang kami tahu, Rumah Allah SWT pasti terbuka untuk hamba-hamba-Nya. Meskipun untuk beribadah sesaat saja.

Alhamdulillah, Masjid itu menjadi saksi dari pengibaran panji-Nya. Kaum ibu-ibu menuju kelapangan diikuti kaum bapak-bapak. Secara bersama-sama panji itu dibentangkan begitu indahnya. Bahkan para rombongan ziarah lainnya, serta jamaah subuh yang rutin di sana ikut serta mengibarkannya. Drone pun naik memotret keindahan itu.

Sebagian lainnya segera membubarkan diri, segera menuju lokasi di Jalan Jakarta. Peserta itu datang berbondong-bondong, untuk menuju jalan Jakarta. Mereka turun, ingin silaturrahim kepada kami. Pelukan hangat, pun termulai. Sembari panji hitam itu diberikan, dan mereka katakan, "biarlah kami siap mengibarkannya di sini saja, meskipun sesaat."
Airmata benar-benar jatuh, sungguh mereka tak malu. Tak sedikit yang membantu panitia memberikan panji-panji itu ke para peserta. semuanya tercukupi. Jumlahnya semakin banyak.
Meskipun ada penoda di acara pagi ini, biarlah penoda itu tak akan mendapatkan pahala kebaikan. Biarlah dia terfokus mengejar dunia-Nya. Biarlah Allah SWT saksikan kebiadabannya. Sebab penoda itu tak mampu mengotori keikhlasan para peserta.

Dan sesaat kemudian, Ustadz Rokhmad S. Labib naik ke mobil yang dijadikan panggung sementara itu, sembari bertutur pesannya,"Sungguh tak ada yang bisa mencegah terbitnya matahari! Begitulah juga Khilafah, tak ada yang bisa mencegahnya."
Allahu akbar!!! begitulah disambut dengan teriakkan takbir. Yang bisa jadi mengguncang Ars'-Nya.
Pagi itu sukses terlaksana. Allah SWT membiarkan sahabat-sahabat kami yang kena adu domba itu ditidurkan sementara waktu, mereka dibuat terlena semalam suntuk menjaga kesia-siaan mereka. Dan Allah SWT Maha Tahu, bahwa bagi hamba-Nya tak layak saling menumpahkan darah. Demikian skenario indah itu, maka sambutlah kemenangan nantinya wahai ummat Islam!
Yang berusaha menjadi taqwa akan gembira,dan mereka yang dibenih jiwanya tertanam Nifaq semoga Allah SWT berikan jalan yang lurus kepadanya.

Perjuangan tak bisa dinilai dengan uang, materi, kekuasaan. Perjuangan ini telah ditakdirkan oleh Allah SWT begitu indahnya. Sangat indah. Dan inilah cara Allah SWT menempa kita. Tempaan yang masih lebih ringan dengan apa yang dialami oleh saudara-saudara muslim kita dibelahan dunia lainnya. Tapi tempaan ini, seakan-akan memberikan kekuatan kepada kita bahwa sesungguhnya pertolongan Allah SWT itu dekat. Maaf, bukan dekat, tetapi Sangat dekat.
Allahu Akbar!!!!
Akhukum, Rizqi Awal, Jatinangor, 16 April 201








Selasa, 04 April 2017

ZAKIR NAIK : KHILAFAH PASTI TEGAK, KARENA ITU JANJI ALLAH


Oleh : Tachta Rizqi Yuandri
Zakir Naik menyerukan pentingnya menjaga dan meningkatkan persatuan di antara umat Islam di seluruh dunia. Sebab, saat ini, pihak yang anti terhadap Islam terus menerus berupaya agar Umat Islam lemah dan dapat dipecah-belah. Ia mengatakan, saat ini pihak yang anti Islam tidak ingin melihat Umat Islam bangkit.
Hal itu disampaikannya di Grand Hotel Universal Bandung, Sabtu 1 April 2017.
"Umat Islam mesti bersatu dan jangan mau dipecah belah. Saat ini, pihak anti Islam, baik itu berbentuk individu, kelompok, atau negara, tidak ingin Umat Islam bangkit. Ketika sebuah negeri Islam lemah, mereka menindasnya, seperti misalnya di Somalia. Ketika sebuah negeri Islam mulai kuat, mereka bersekutu dan menyerangnya dengan menggunakan kebohongan. Misalnya seperti kebohongan senjata pemusnah massal di Irak," katanya.
Adapun ketika sebuah negeri Islam sangat kuat dan damai, mereka menghembuskan perpecahan dengan menggunakan isu terorisme dan Islam radikal. Padahal, semuanya merupakan niat buruk pihak anti Islam terhadap Islam. Adapun, Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi sasaran untuk dilemahkan dengan berbagai fitnah mengenai terorisme dan Islam radikal.
"Mereka awalnya menyerang negeri Islam yang lemah satu persatu. Lalu mereka naik tingkat menyerang negeri Islam yang memiliki kekuatan menengah. Ketika semuanya telah lemah, maka mereka tinggal menyerang secara bersama-sama negeri Islam yang kuat. Itulah mengapa penting untuk mewujudkan persatuan di antara umat Islam. Umat Islam bisa bangkit dengan khilafah, dan khilafah pasti akan tegak karena itu janji Allah," ujarnya.
  • Zakir Naik mengatakan, kedatangan dirinya ke Indonesia yakni untuk menyampaikan pesan kedamaian. Kedua, untuk menghilangkan citra negatif islam yang disebarkan oleh media massa yang anti terhadap Islam. Sebab, propaganda oleh media massa anti Islam tersebut dipercayai oleh masyarakat dan memengaruhi pola pikir masyarakat. Ketiga, untuk meyakinkan para intelektual sains bahwa Islam aplikatif baik itu ketika berada di zaman Rasulullaah, saat ini, dan hingga di masa yang akan datang.

Adapun yang keempat, Zakir Naik ingin memberikan pandangan bahwa Islam merupakan cara pandang hidup terbaik yang sesuai dengan akal dan sains.
  • "Saya memberikan ceramah umum baik itu di negara yang penduduk muslimnya sebagai minoritas seperti di negara barat, India, dan Jepang, juga di negara yang penduduk muslimnya mayoritas, seperti di Indonesia. Saya melakukan ceramah umum di banyak negara tanpa memandang apakah muslim sebagai mayoritas atau minoritas di negara tersebut. Sebab, saya ingin menyampaikan pesan kedamaian yang ada di dalam Islam ke banyak negara di dunia," ujarnya.

Ia berpesan kepada masyarakat, termasuk media massa, jangan sampai kita semua tanpa sadar menjadi boneka dari pihak yang memusuhi Islam. Mereka membuat propaganda negatif mengenai Islam, lalu masyarakat hanya menerimanya begitu saja dan media massa hanya meng "copy" dan "paste" apa yang mereka lihat dari pihak yang memusuhi Islam.
  • Ia berpesan, media massa justru mesti menjadi penolong bagi agama Islam. Sebab, tanggung jawab sebagai jurnalis sebagai penyampai kebenaran sangat besar tanggung jawabnya di mata Allah. Bila seorang jurnalis menyampaikan hal yang benar mengenai Islam, maka Allah akan memberikannya pahala yang besar. Sebaliknya, apabila jurnalis memberikan hal yang keliru mengenai Islam, apakah itu sengaja atau tidak sengaja karena meng"copy" dan "paste" dari pihak yang memusuhi Islam, maka dosanya yang akan besar.***

sumber: Muhammad Rosyidi Aziz
#IndonesiaMoveUp #IslamRahmatanLilAlamin
#PanjiIslam
#PanjiRasul
#MasirahPanjiRasulullah
==============================
Mαrí вєrgαвung вєrѕαmα
MUSLIMAH HIZBUT TAHRIR INDONESIA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
dαn ríвuαn muѕlímαh lαín dαlαm
#MαѕírαhPαnjíRαѕulullαh
Ahαd 9 Apríl 2017 чαng αkαn dαtαng.
Sílαhkαn klík línk вєríkut íní :
angkringandakwah.com/mapara/daftar
In ѕчαα Allααh, Muѕlímαh Hízвut Tαhrír dí dαєrαh tєrdєkαt αkαn ѕєgєrα mєnghuвungí.


Senin, 03 April 2017

Kalau Ngak mau Khilafah terus maunya sistem apa ? demokrasi system kufur


Fakta Indonesia sebenarnya menganut sistem Demokrasi sekuler bahkan liberal. Pondasi sistem Ekonomi yang diadobsi Indonesia ini punya political system yaitu demokrasi dan juga sistem ekonomi kapitalisme. Dalam sekulerisme politik harus dipisahkan dengan agama, sain teknologi terpisah dengan Islam, begitu juga dengan sistem Ekonominya. 
Sekulerisme jelas bertentangan dengan Aqidah Islam karena memisahkan Agama dan Kehidupan. Padahal Islam Agama Dien (ideoogi dan tatanan hidup) yang sempurna. Mengatur seluruh aspek kehidupan.  Dari bangun tidur sampai tidur lagi ada aturannya dalam agama Islam , apalagi sebuah Negara dan sistem pemerintahan, sistem ekonomi, sistim politik , dll. 

Islam bukanlah hanya agama ritual saja  tapi sebuah DIEN Ideologi. Aqidah yang memancarkan aturan hidup.

Dalam demokrasi manusia berhak mengubah-ubah hukum Allah, aturan berdasarkan kesepakatan bersama, dalam demokrasi menyamakan suara rakyat dengan suara Tuhan. (syirik system)


        
 ASAL USUL DEMOKRASI.
✽ Demokrasi berasal dari bahasa yunani, Yaitu : Demos Artinya Rakyat, Kratos Artinya Pemerintahan (Kedaulatan)
✽ Maka Dari Segi bahasa Demokrasi di artikan Pemerintahan Rakyat,
✽ Demokrasi di cetuskan di Athena pada Abad 5 SM, Namun sayang Demokrasi ini Mati Setelah di lahirkan. Ini terbukti tidak ada satupun Negara yang Menerapkan Sistem pemerintahan ini.
✽ Mereka masih mengunakan Sistem Pemerintahan TEOKTASI yaitu : Gabungan antara pemerintahan Monarki Absolud dengan Gereja.
✽ Dalam Sistem Teokrasi ini, Gereja Memberikan DOGMA berupa KEDAULATAN TUHAN. Raja adalah Kepanjangan Tangan Tuhan, Titah Raja adalah Kebenaran Mutlak yang tidak boleh di kritik dan di bantah.
✽ Karena Kekuasaan Raja yang Tidak terbatas ini, maka Teokrasi menciptakan pemimpin Dzalim dan Otoriter. Karena Raja Tidak memiliki Lembaga yang mengawasinya.
✽ Akhirnya pada abad 14 M terjadi Pergolakan Pemikiran antara para Filosof (pemikir) dan Kaum bangsawan yang di dukung Gereja. Pergolakan ini memaksa gereja melakukan Inkuisisi dengan membunuh 300 Ribu Ilmuan (32 Ribu di antaranya di bakar Hidup Hidup) atas nama Kristus.
✽ Dan akhirnya pada tanggal 15 mei 1648, terjadilah perjanjian Westphalia yang mengakhiri Holly Roman Emperor ( Kekaisaran Romawi)
✽ Tentu kita bertanya tanya, Sistem ide apa yang di bawa oleh para Filosof sehingga bisa meruntuhkan Kekaisaran Romawi Kuno.???

✽ Ternyata yang di bawa oleh para Filosof adalah ide SEKULERISME yaitu sebuah ide yang memisahkan Agama dari Kehidupan. Ide ini kemudian di Topang Oleh Ide LIBERALISME dan KAPITALISME
✽ LIBERALISME adalah Sebuah ide yang memberikan Hak Sebebas bebasnya kepada individu tanpa perlu ada keterikatan dengan apapun (terutama keterikatan dengan Gereja/Agama)
✽ KAPITALISME adalah sebuah ide yang memberikan Individu kebebasan seluas luasnya untuk Menguasai Pasar, untuk mengexsplorasi kekayaan Alam tanpa harus terikat dengan apapun. yang sebelumnya Pasar hanya di kuasai oleh para bangsawan, melalui ide Kapitalisme ini para Borjuis para pemilik Kapital meminta Bagian untuk ikut menikmati Kekayaan.
✽ Nah setelah para Filosof ini memiliki 3 Ide Pokok yaitu : SEKULERISME (Sistem politiknya), LIBERALISME ( sistem pergaulan hidup / tatanan masyarakat) dan KAPITALISME ( Sistem Ekonominya) maka ide ide tersebut tidaklah lengkap tanpa ada sistem Pemerintahannya.
✽ Dan Akhirnya di pilihlah Sistem DEMOKRASI untuk menyempurnakan Ide Ide para Filosof tadi, Kenapa di pilih DEMOKRASI ????
✽ Karena Prinsip demokrasi (kedaulatan Rakyat) di nilai Pas Untuk menandingi dan menjadi Anti tesis Kedaulatan Tuhan yang di bawa Gereja (sistem Teokrasi)


✽ Nah dari sini bisa kita simpulkan :

1. DEMOKRASI lahir sebagai Tandingan ide Kedaulatan Tuhan yang di bawa gereja.
2. DEMOKRASI lahir atas ketidak mampuan Gereja Menjawab ilmu pengetahuan. seperti di penjaranya Galileo sampai mati karena menganggap Matahari sebagai Pusat Tata Surya, sedangkan gereja saat itu mengatakan Bumilah pusat tata surya. Begitupun ketika para ilmuan(filosof) mengatakan bumi itu bulat namun gereja mengatakan bumi itu pipih seperti Koin mata uang.
3. DEMOKRASI lahir sebagai Reaksi atas Kezaliman Gereja ( Inkuisisi / pembunuhan masal para ilmuan atas nama Kristus)
4. DEMOKRASI lahir atas Kegagalan Agama Nasrani merumuskan sebuah Ideologi bagi manusia ( ini wajar karena agama Nasrani itu bukan Sebuah Mabda/dien, Bukan sebuah aturan hidup bagi manusia melainkan agama Nasrani hanya mengurusi ibadah Ritual semata)
Dari Penjabaran diatas Bisa kita simpulkan DEMOKRASI BUKAN BERASAL DARI ISLAM melainkan Hasil buah Pikir Manusia (filosof), masih menganggap demokrasi itu dari islam ???

Jalin ukhuwah add 79A896A6
www.AlFatih.web.id | Media Pembebasan Umat








GAYA REMAJA MODERN vs GAYA REMAJA ISLAM



Tau tidak guys, gaya remaja modern? Tau lah ya...

Pakai kostum keren ala selebriti idola, kumpul bareng gank, pacaran. Habis itu nangis-nangis saat putus. Hahaha.

Kalau gaya remaja muslim gimana? Tahu tidak?

Usamah bin Zaid, usia 18 tahun, sudah memimpin pasukan yang anggotanya adalah para pembesar seperti sahabat Abu Bakar, Umar, dll.

Zaid bin Tsabit, di usia 13 tahun menjadi penulis wahyu. Sedangkan di usia 17 tahun menjadi penerjemah Rasulullah saw. untuk bahasa Suryani.

Atab bin Usaid menjadi Gubernur Makkah pada usia 18 tahun.

Al Fatih, usia 22 tahun, menjadi pemimpin pasukan penakluk Konstantinopel, Byzantium.

Serta masih banyak lagi remaja pemuda muslim yang bermanfaat bagi kemaslahatan ummat.

Semua bisa terlaksana karena ketaatan pemuda muslim pada hukum-hukum Allah ta'ala.

Tidak membuang waktu dengan tindakan-tindakan tak berharga seperti remaja/pemuda modern.

Semua terjadi karena seluruh kehidupan diatur oleh hukum Allah, bukan dibiarkan mengikuti nafsu duniawi seperti peradaban modern.

Wahai para remaja & pemuda muslim, saatnya kalian bangkit, saatnya kalian MOVE UP, memperjuangkan peradaban Islam di bawah Panji Rasulullah, Panji Islam.

Libatkan diri kalian pada acara:

MASIRAH PANJI RASULULLAH

yang akan dilaksanakan esok
Hari Ahad, 9 April 2017

Daftar lewat link di bawah ini ya guys:

http://angkringandakwah.com/mapara/daftar

#MasirahPanjiRasulullah
#PanjiRasulullah
#IndonesiaMoveUp

KIBARAN PANJ RASULULLAH SAW DI YOGYAKARTA















KALAU BUKAN KHILAFAH, LALU DENGAN APA LAGI?

Oleh: Ahmad Sudrajat (Khadim Majlis Sirah Shahabat) Yasir bin Amir berangkat meninggalkan negerinya di Yaman guna mencari dan menemui s...